Begini caranya membuat aplikasi android dengan android studio

membuat aplikasi android dengan android studio – Adanya aplikasi yang disebarluaskan secara bebas memang memiliki tujuan untuk mempermudah kehidupan manusia. Jika dilihat dari pengertiannya, maka aplikasi merupakan sebuah perangkat lunak yang ada di dalam smartphone maupun komputer yang dapat melakukan berbagai upaya perintah dari setiap penggunanya.

Sampai saat ini aplikasi yang ada di dalam layanan market seperti Google Play Store memang sudah memiliki jumlah yang begitu banyak. Tentunya Anda juga menjadi salah satu pengguna dari beberapa aplikasi tersebut.

Selain menjadi pengguna, Anda juga dapat membuat aplikasi tersebut secara pribadi. Salah satunya menggunakan software Android Studio. Namun diperlukan sebuah informasi yang didalamnya menerangkan seluk beluk akan cara membuat aplikasi android dengan Android Studio.

2 Cara Membuat Aplikasi Android Dengan Android Studio
2.1 1. Membuat Project Aplikasi yang Akan Dibuat

Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Membuat Aplikasi Dengan Android Studio

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika software Android Studio memang dapat digunakan untuk membuat sebuah aplikasi secara pribadi. Namun sebelum Anda membuat aplikasi tersebut, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda lakukan terlebih dahulu ketika akan memutuskan membuat sebuah aplikasi dengan menggunakan software Android Studio.

1.     Spesifikasi Laptop

Tak semua laptop mampu menjalankan software Android Studio. Diperlukan beberapa spesifikasi khusus agar software tersebut dapat dijalankan dengan lancar. Dimulai dari minimal ukuran RAM sebesar 3 GB. Namun jika ingin lancar maka ukuran RAM yang dipakai adalah sebesar 8 GB.

Lalu untuk ukuran penyimpanan adalah minimal 2 GB dan direkomendasikan sebesar 4GB. Sedangkan untuk resolusi layar yang digunakan adalah minimal 1280 x 800.

2.     Unduh Dan Install

Jika Anda sudah memiliki laptop dengan spesifikasi seperti yang dijelaskan pada poin satu. Maka tahap berikutnya adalah melakukan unduhan software Android Studio dan instalasi software tersebut.

Cara Membuat Aplikasi Android Dengan Android Studio

Jika semua proses yang harus dilakukan sebelum membuat sebuah aplikasi sudah dijalankan dengan benar. Maka Anda bisa beralih ke tahap pembuatan aplikasi tersebut. Berikut ini adalah penjelasan terkait dengan cara membuat aplikasi android dengan Android Studio.

1.     Membuat Project Aplikasi yang Akan Dibuat

Hal pertama yang harus dapat Anda lakukan adalah membuat sebuah project terbaru di dalam software Android Studio. Berikut ini adalah penjelasan langkah-langkah yang dapat Anda lakukan.

A.    Buka software Android Studio yang sudah selesai Anda install di dalam laptop atau perangkat komputer.

B.    Ketika software tersebut sudah selesai Anda buat, nantinya akan muncul sebuah tampilan antarmuka dari software Android Studio. Dalam tahap ini Anda dapat menggunakan pilihan menu “Start a new Android Studio project”.

C.    Berikutnya Anda akan diberikan sebuah tampilan menu “activity”. Didalam menu ini terdapat beberapa pilihan activity yang dapat Anda gunakan. Namun dikarenakan Anda akan membuat aplikasi dari tahap awal. Maka “empty activity” adalah pilihan yang dapat Anda gunakan.

D.    Ketika proses pemilihan halaman activity sudah berhasil Anda buat. Selanjutnya Anda dapat melengkapi beberapa form konfigurasi project. Berikut adalah form konfigurasi project yang harus Anda lengkapi.

·         Name activity beserta project. Form ini berguna untuk memberikan identitas terhadap aplikasi yang akan Anda buat. Selain itu proses develop aplikasi juga akan lebih dipermudah dengan adanya pengisian form ini.
·         Package name. Dimana form ini akan memberikan nama pada clas yang dapat digunakan untuk mempermudah dalam proses pemanggilan program di dalam android.
·         Save location. Dalam form ini Anda akan diarahkan kedalam directory penyimpanan file program aplikasi yang akan Anda buat tersebut.
·         Language. Pada form ini Anda akan diberikan beberapa pilihan bahasa pemograman yang akan digunakan untuk membuat program.
·         Minimum API level. Dimana pada form ini Anda dituntut untuk menentukan minimum sistem operasi android yang dapat digunakan oleh aplikasi yang akan Anda buat nantinya.
·         Ketika semua pengisian form sudah dilakukan dengan benar. Maka Anda bisa menekan tombol “finish”.

2.     Pembuatan interface aplikasi

Tahap berikutnya adalah pembuatan tampilan atau interface. Pada tahap ini akan dibagi menjadi dua jenis yaitu view dan viewgroup. Untuk lebih jelasnya berikut adalah penjelasannya.

A.    View

Secara mudahnya view merupakan tampilan yang akan secara langsung dapat dilihat dan digunakan secara langsung oleh para pengguna aplikasi tersebut. View sendiri memiliki beberapa komponen didalamnya. Berikut adalah penjelasannya.

·         Text view. Dimana komponen ini memiliki tugas untuk menampilkan tulisan di dalam aplikasi ketika dibuka didalam sebuah smartphone.

·         Image view. Seperti namanya, komponen ini bertugas untuk menampilkan gambar yang ada didalam aplikasi.

·         List view. Jika ada beberapa informasi dalam bentuk list. Maka komponen Listview dapat berperan penting untuk menampilkan informasi list tersebut.

·         Grid view. Komponen ini bertugas untuk menampilkan suatu informasi dalam bentuk grid.

B.    View Grub

View grub memiliki tugas sebagai tempat penampungan berbagai macam komponen view. Sehingga dengan adanya view grub ini dapat membuat komponen view berkumpul menjadi satu keutuhan. Sama seperti jenis view, ternyata view grub juga memiliki beberapa komponen didalamnya. Berikut penjelasannya.

·         Linear layout

Linear layout memiliki kegunaan untuk menampilkan sebuah komponen yang bersifat horizontal maupun vertikal.

·         Frame layout

Frame layout memiliki sebuah fungsi membuat suatu komponen mampu menutupi komponen lain. Sehingga jika digambarkan maka komponen paling awal akan menjadi dasar dari komponen kedua maupun komponen lainnya.

·         Relative layout

Relative layout merupakan sebuah layout yang didalamnya terdapat beberapa komponen. Komponen ini nantinya akan berhubungan antara satu sama lain sesuai dengan urutan yang dibuat. Sebagai contohnya adalah layout login.

·         Table layout

Sama seperti namanya, table layout berada di dalam komponen table atau baris dan kolom. Namun layout ini tidak akan menampilkan baris, kolom, maupun cell pembatas.

3.     Request Data Adapter

Tahap berikutnya adalah membuat request data adapter. Secara sederhananya tahap ini akan membuat sebuah komponen mampu menampilkan berbagai macam informasi pada interface aplikasi tersebut. Sehingga sebuah aksi yang dilakukan oleh pengguna nantinya akan diproses oleh adapter untuk menentukan data mana yang akan ditampilkan dalam sebuah interface aplikasi tersebut.

4.     Menampilkan Data Dengan Recyclerview

Ketika tahap ketiga sudah Anda buat. Maka Anda dapat melanjutkan ke tahap berikutnya dengan membuat sebuah recyclerview. Fungsi utama tahap ini adalah untuk menampilkan suatu data dengan jumlah yang terbilang besar. Jika dibandingkan dengan listview, ternyata recyclerview memiliki kemampuan yang lebih baik.

5.     Menampilkan Database Dengan Dataset

Tahap yang terakhir adalah membuat sebuah fungsi yang dapat menampilkan database dengan menggunakan dataset. Nantinya database atau kumpulan data ini akan ditampilkan di dalam interface android. Tampilan tersebut bisa berbentuk berbagai macam. Dimulai dari array, list, dan juga object map. Tergantung aksi yang dilakukan oleh pengguna aplikasi tersebut.

Kelebihan Software Android Studio

Banyaknya kelebihan yang dimiliki oleh software Android Studio merupakan salah satu alasan sampai saat ini software tersebut banyak digunakan oleh kebanyakan orang. Dimulai dari orang yang ingin membuat sebuah aplikasi pribadi maupun perusahaan besar yang ingin membuat sebuah aplikasi.

Berikut ini adalah beberapa kelebihan yang dimiliki oleh software Android Studio.

1.     Memiliki Fitur Instant Run

Android Studio menawarkan fitur instant run. Dimana fitur ini memiliki fungsi untuk mempercepat proses run tanpa melakukan penyusunan ulang aplikasi yang telah dibuat tersebut. Selain itu ketika proses instan run dijalankan, semua kode yang telah dibuat tidak akan berubah.

2.     Adanya Emulator yang Memiliki Banyak Fitur

Salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh software Android Studio adalah adanya sistem emulator yang kaya akan fitur didalamnya. Dimana Anda dapat mensimulasikan aplikasi tersebut dijalankan di dalam berbagai macam platform seperti smartphone, tablet, hingga smart TV. Tak hanya itu saja, pasalnya Android Studio juga memiliki fitur untuk simulasi GPS.

baca juga: Keuntungan Menggunakan Aplikasi Jualan Online

3.     Berfungsi Untuk Semua Perangkat Android

Kelebihan yang berikutnya adalah setiap aplikasi yang dibuat di dalam Android Studio dapat digunakan untuk semua jenis platform android. Dengan begini Anda bisa membuat satu aplikasi yang multi platform. Selain itu adanya kelebihan ini juga mempermudah pemasaran aplikasi yang telah Anda buat tersebut.

Meskipun memiliki script code didalamnya. Namun tetap saja Android Studio selalu menawarkan kemudahan dalam pembuatan sebuah aplikasi. Tentunya Anda akan lebih dipermudah jika menerapkan cara membuat aplikasi android dengan Android Studio seperti yang telah dijelaskan diatas. membuat aplikasi android dengan android studio

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on tumblr
Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *