cari tahu rab pembuatan website pemerintah dan contoh rencana anggaran biaya

rab pembuatan website pemerintah – Kegiatan apapun itu bentuknya pasti pada akhirnya akan dibuatkan sebuah laporan. Hal ini juga terjadi ketika Anda membuat sebuah website bagi pemerintah. Baik Anda sebagai seorang yang membuka jasa pembuatan website tersebut atau Anda yang berkedudukan sebagai orang pemerintahan.

Dimana ketika Anda sebagai seorang pemilik jasa pembuatan website akan memberikan laporan tersebut terhadap client. Dan jika Anda berada dalam posisi sebagai seorang pemerintahan, maka laporan tersebut akan Anda berikan kepada mereka yang bertanggung jawab atau orang yang berkedudukan di atas Anda.

Salah satu komponen yang ada di dalam laporan tersebut adalah RAB pembuatan website pemerintah. Jika memang Anda tidak begitu memahami akan hal tersebut. Maka Anda bisa mencoba untuk menggunakan artikel ini sebagai acuan.

Contoh Rencana Anggaran Biaya Pembuatan Website

Perencanaan anggaran suatu kegiatan memang penting adanya. Hal ini digunakan untuk acuan dana yang harus dibayarkan kepada orang yang berhubungan dengan keberhasilan kegiatan tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya jika dalam pembuatan website pemerintahan pun juga dibutuhkan sebuah RAB.

Saat ini memang tidak begitu banyak contoh rencana anggaran biaya pembuatan website. Hal ini dikarenakan kebutuhan akan website berbeda-beda. Namun ada beberapa poin penting yang bisa Anda masukkan di dalam RAB tersebut. Berikut adalah penjelasan terkait dengan hal tersebut.

A.    Domain Website

Domain website ini adalah sebuah nama dari website atau alamat website. Nantinya dengan alamat tersebut pengguna lain dapat mengunjungi website yang telah dibuat. Tentunya seorang pemilik website harus membagikan alamat tersebut.

Domain ini bersifat pasti dibutuhkan dalam website. Maka dari itu domain bisa Anda masukkan di dalam RAB.

B.    Hosting

Hosting juga menjadi salah satu poin yang wajib masuk kedalam RAB pembuatan website pemerintah. Dimana hosting ini sebagai media penyimpanan website tersebut. Secara sederhananya hosting berarti sebuah rumah yang disewakan kepada pemiliknya.

Pemiliknya disini adalah website tersebut. Karena penting sekali, maka keberadaan hosting akan masuk kedalam rencana anggaran biaya.

C.    User Interface

Berikutnya adalah user interface atau tampilan website tersebut. Dimana tampilan ini nantinya akan muncul ketika website tersebut dibuka di berbagai platform yang berbeda seperti smartphone, tablet, perangkat komputer, dan juga laptop.

Pada bagian user interface ini nantinya akan berbeda-beda harga yang ditawarkan. Tergantung benefit yang diberikan oleh si penyedia jasa pembuatan website. Ada yang berbentuk satu halaman website dan ada juga yang berbentuk beberapa halaman.

Dari harga yang berbeda tersebut, para pengguna penyedia jasa pembuatan website akan melakukan pemilihan. Pemilihan harga inilah nantinya yang akan masuk kedalam rencana anggaran biaya pembuatan website.

D.    Plugin Dukungan Dalam Website

Plugin juga menjadi salah satu poin penting yang harus ada di dalam website. Dimana fungsi dari plugin ini nantinya dapat digunakan sebagai penggerak fitur dari website tersebut. Harga dari plugin ini berbeda-beda dari setiap pemilik jasa pembuatan website.

Sehingga harga yang masuk kedalam rencana anggaran biaya pembuatan suatu website pada poin plugin akan bervariasi tergantung kesepakatan dari pihak penyedia jasa pembuatan website dengan pihak pengguna jasa tersebut.

E.    Jasa Proses Pembuatan

Pada bagian jasa pembuatan website ini, harga yang ada di dalam rencana anggaran biaya atau RAB pembuatan website mengacu pada harga yang ditetapkan oleh penyedia jasa pembuatan website.

Dimana setiap proses pembuatan dari satu penyedia jasa ke yang lainnya akan memiliki harga yang berbeda. Jika Anda sebagai seorang yang menggunakan jasa pembuatan website. Maka acuan harga yang akan Anda masukkan adalah sesuai dengan kesepakatan terhadap penyedia jasa tersebut.

F.    Maintenance

Yang terakhir adalah maintenance. Website yang sudah jadi pun membutuhkan maintenance atau pemeliharaan pada waktu tertentu. Penjelasan secara mudahnya adalah jika sebuah website adalah sebuah bangunan rumah.

Maka lambat laun rumah tersebut akan mengalami kerusakan termakan usia atau bisa juga si pemilik rumah akan memberikan beberapa fasilitas lain di dalam rumah tersebut. Maka rumah tersebut harus diberlakukan pemeliharaan atau maintenance.

Sama halnya dengan website. Website yang sudah jadi juga memerlukan sebuah maintenance atau pemeliharaan untuk memperbaiki beberapa bagian yang error atau ditemukanya bug selama proses penggunaan atau bisa juga si pemilik website tersebut ingin menambahkan fitur lain guna pengembangan website ke jenjang yang lebih baik.

Untuk fasilitas maintenance ini biasanya Anda bisa menanyakan langsung harga yang diberikan oleh penyedia jasa pembuatan website. Dan dikarenakan fasilitas ini begitu penting sekali untuk kemajuan suatu website.

Maka poin maintenance juga harus masuk kedalam rencana anggaran biaya pembuatan suatu website.

Pentingnya Keberadaan RAB

Jika pada poin sebelumnya Anda sudah mengerti contoh rencana anggaran biaya pembuatan website. Maka penjelasan berikut ini akan adalah terkait dengan kepentingan RAB didalam suatu laporan pembuatan website. Berikut ini adalah penjelasan tersebut.

1.     Metode penggambaran kegiatan

Pembuatan website juga termasuk kedalam sebuah kegiatan. Maka dari itu laporan beserta RAB di dalamnya perlu dibuat agar orang yang bersangkutan dengan proses pembuatan website tersebut bisa mengerti gambaran sementara terkait dengan proses pembuatan dari awal hingga akhir.

2.     Metode pemberitahuan jenis kebutuhan dalam proses pembuatan website

Sama halnya dengan jenis kegiatan lain yang di dalam RAB disebutkan beberapa jenis kebutuhan yang diperlukan. Untuk kegiatan lain jenis kebutuhan biasanya dinyatakan dalam bentuk volume atau bentuk unit.

Namun untuk pembuatan website jenis kebutuhannya akan dibuat seperti nama aslinya. Sebagai contohnya adalah domain, hosting, plugin, dan berbagai hal lainnya. Dengan begini mereka yang bersangkutan dengan program pembuatan website ini akan lebih mengerti kebutuhan apa saja yang memang diperlukan untuk pembuatan suatu website.

3.     Metode pemberitahuan harga kebutuhan

Jika semua kebutuhan yang diperlukan sudah dicantumkan didalam sebuah rencana anggaran biaya tersebut. Maka kepentingan dari RAB yang selanjutnya adalah sebagai metode pemberitahuan kepada mereka yang berhubungan dengan program kegiatan tersebut terkait harga dari jenis kebutuhan yang diperlukan.

4.     Jumlah biaya yang diperlukan

Ketika semua harga kebutuhan sudah diketahui. Hal berikutnya merupakan jumlah total anggaran yang dibutuhkan. Total kebutuhan dana ini merupakan hasil perhitungan dari beberapa harga kebutuhan yang telah dicantumkan dalam rencana anggaran biaya sebelumnya.

Tentunya ini juga menjadi salah satu alternatif penting untuk memberitahukan anggaran dana yang dibutuhkan kepada mereka yang bersangkutan dengan proses pembuatan website tersebut, khususnya bagi pihak client.

5.     Rekapitulasi semua kebutuhan

Yang tak kalah pentingnya dari keberadaan suatu RAB adalah sebagai media atau dasar rekapitulasi. Dimana rekapitulasi ini nantinya akan ditambahkan dengan kebutuhan-kebutuhan tambahan lainnya.

Tips Membuat Contoh RAB Pembuatan Website Pemerintah

Membuat laporan dan RAB tidaklah mudah ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan terlebih dahulu sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan ketika akan membuat sebuah RAB pembuatan website pemerintah.

1.     Menentukan besaran RAB dan waktu dimulai

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah menentukan besaran biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut. Meskipun belum real, namun setidaknya Anda dan orang lain yang bersangkutan sudah mengetahui bagaimana besaran biaya yang dibutuhkan.

Berikutnya adalah menentukan kapan kegiatan tersebut akan dimulai. Hal ini juga bertujuan agar dana yang dibutuhkan bisa keluar sebelum kegiatan tersebut dilangsungkan.

baca juga: estimasi biaya pembuatan website dan harga yang harus kamu tau

2.     Memaparkan kebutuhan yang diperlukan

Setiap kegiatan dibuatkan suatu RAB akan berbentuk beberapa sub kebutuhan. Jika Anda sudah menentukan jumlah rencana total biaya yang dibutuhkan. Maka Anda bisa ke tahap berikutnya yaitu menuliskan sub kebutuhan yang diperlukan.

Sub kebutuhan ini Anda bisa menggunakan beberapa pojn yang telah dijelaskan sebelumnya seperti domain, hosting, tampilan, dan beberapa hal lainnya.

3.     Menuliskan harga kebutuhan

Hal berikutnya ketika Anda sudah menuliskan kebutuhan yang diperlukan adalah memasukkan harga dari sub kebutuhan tersebut. Anda bisa mencari info dahulu jika belum begitu tahu kisaran harga yang dibutuhkan.

4.     Perhitungan total biaya kebutuhan

Ketika semua kebutuhan sudah memiliki harga, maka tahap yang selanjutnya adalah menghitung jumlah total biaya. Pada bagian ini sebaiknya Anda lebih teliti dan lebih hati-hati.

5.     Rekapitulasi dan evaluasi

Hal terakhir yang bisa Anda lakukan adalah melakukan rekapitulasi dan juga evaluasi terhadap RAB tersebut. Apakah RAB yang Anda buat sudah sesuai dengan tujuan awal atau belum.

Beberapa tips di atas biasa Anda terapkan ketika akan membuat sebuah RAB pembuatan website pemerintah. Meskipun masih tahap rencana setidaknya sudah ada gambaran besaran dana yang dibutuhkan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on tumblr
Tumblr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel terbaru