Blog / Aplikasi Klinik

Permenkes 24 Tahun 2022: Isi Aturan RME dan Kewajiban Klinik

A admin · August 28, 2026 · 11 menit baca
Permenkes 24 Tahun 2022: Isi Aturan RME dan Kewajiban Klinik

Sejak Permenkes 24 Tahun 2022 tentang rekam medis diberlakukan, cara klinik di Indonesia mencatat data pasien tidak lagi sekadar soal gaya kerja. Aturan ini menggantikan regulasi lama dan membawa satu pesan besar: pencatatan rekam medis harus lebih rapi, aman, dan berbentuk elektronik. Buat kamu yang mengurus klinik gigi maupun klinik umum, memahami isi aturannya sedini mungkin membuat praktik tetap patuh sekaligus pelayanan pasien makin tertata.

Apa itu Permenkes 24 Tahun 2022 tentang rekam medis?

Permenkes 24 Tahun 2022 adalah Peraturan Menteri Kesehatan yang menjadi aturan induk soal rekam medis di Indonesia. Isinya mencakup definisi, standar isi, cara penyimpanan, hak pasien, sampai kewajiban fasilitas kesehatan beralih ke rekam medis elektronik atau RME. Regulasi ini resmi menggantikan aturan sebelumnya dari tahun 2008 yang dianggap sudah tidak seiring perkembangan teknologi.

Aturan ini juga menjadi jawaban atas pertanyaan klasik “permenkes 24 tahun 2022 tentang apa”. Jawaban singkatnya: tentang bagaimana seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, klinik termasuk, mencatat kisah kesehatan pasien dengan standar yang sama dan lebih modern. Regulasi lama memang sudah lama dipakai, tapi zaman sekarang data kesehatan perlu cepat diakses, aman disimpan, dan bisa terhubung antarfasilitas kesehatan. Kalau dulu rekam medis identik dengan map kertas yang menumpuk di rak besi, arah barunya jelas: catatan digital yang tinggal dibuka saat pasien lama kembali datang. Kalau istilah RME masih terasa asing, baca dulu penjelasan dasar apa itu rekam medis elektronik, lalu lanjutkan ke sini. Bunyi lengkap aturannya juga bisa kamu cek langsung di dokumen resmi Permenkes 24 Tahun 2022 supaya tidak ada informasi yang melayang.

Mengapa klinik wajib pindah ke rekam medis elektronik?

Alasan utamanya ada dua: efisiensi pelayanan dan kesatuan data kesehatan nasional. Lewat aturan ini, pemerintah memberi tenggat tegas bagi fasilitas kesehatan untuk menerapkan rekam medis elektronik paling lambat 31 Desember 2023. Setelah tanggal tersebut, klinik yang pencatatannya masih sepenuhnya manual berpotensi mendapat sanksi administratif. Di sisi layanan, catatan digital membuat riwayat alergi, tindakan, dan obat pasien langsung terbaca tanpa perlu membongkar tumpukan arsip.

Bayangkan pasien lama datang dengan pipi bengkak, tapi berkasnya entah ada di rak mana. Dengan RME, riwayat cabutan, tambalan, dan alergi obat muncul dalam hitungan detik, jadi keputusan klinis lebih cepat dan lebih aman. Manfaat lainnya sifatnya gotong royong: ketika data kesehatan sudah terhubung antarfasilitas, pasien yang pindah domisili tidak perlu menceritakan ulang seluruh riwayatnya dari nol. Dokter di tempat baru cukup membuka catatan yang sudah ada, tentu dengan izin pasien. Buat staf, pencatatan digital juga memangkas pekerjaan ganda seperti menyalin ulang kartu kontrol atau mencari arsip yang hilang. Kewajiban ini memang terasa merepotkan di masa transisi, tapi manfaat harianya nyata untuk praktik sehari-hari. Kami sudah membahas lebih dalam soal kewajiban rekam medis elektronik untuk klinik di artikel terpisah, silakan diselami setelah ini.

Apa saja isi Permenkes No. 24 Tahun 2022?

Ringkasan permenkes 24 tahun 2022 bisa dipetakan ke beberapa tema besar: standar isi rekam medis, arah penerapan rekam medis elektronik, kepemilikan informasi yang tetap milik pasien, kewajiban menjaga kerahasiaan dan keamanan data, integrasi dengan sistem kesehatan nasional, sampai sanksi bagi yang lalai. Kalau kamu cuma butuh versi ringkasnya, bagian berikut merangkum poin-poin itu dengan bahasa sehari-hari.

Apa saja isi rekam medis yang wajib dicatat?

Secara umum, rekam medis harus memuat identitas pasien, keluhan dan riwayat penyakit, hasil pemeriksaan, diagnosis, rencana penatalaksanaan, sampai tindakan dan obat yang diberikan. Untuk klinik gigi, ini termasuk catatan gigi mana yang ditangani dan bahan apa yang dipakai. Intinya, cukup lengkap sehingga dokter lain bisa melanjutkan perawatan tanpa menebak-nebak.

Praktiknya, biasakan mengisi catatan saat pasien masih berada di tempat, bukan sore hari sambil ingat-ingat. Kebiasaan kecil ini menjaga detail tetap akurat dan menghemat waktu staf. Untuk tindakan tertentu, catat juga persetujuan pasien, misalnya sebelum cabut gigi yang kompleks, supaya ada jejak komunikasi yang jelas. Aplikasi manajemen klinik biasanya memudahkan lewat form isian yang rapi dan konsisten, jadi dokter maupun asisten tidak perlu menghafal urutannya. Hasilnya, dokter pengganti yang belum kenal pasien tetap bisa melanjutkan perawatan dengan tenang tanpa membaca tulisan tangan yang samar.

Bagaimana aturan soal SATUSEHAT di permenkes ini?

SATUSEHAT adalah platform pertukaran data kesehatan nasional milik Kementerian Kesehatan. Permenkes ini mengarahkan agar rekam medis elektronik yang dipakai klinik bisa terhubung ke platform tersebut, sehingga data pasien menyatu antarfasilitas kesehatan. Karena itu pula aturan ini sering disebut permenkes 24 tahun 2022 tentang rme, karena jantungnya memang digitalisasi rekam medis.

Dampak praktisnya untuk klinik cukup sederhana: saat memilih aplikasi, pastikan penyedianya punya jalur integrasi SATUSEHAT. Tanpa itu, kamu berisiko dobel kerja, mencatat di aplikasi sendiri lalu mengunggah ulang ke sistem Kemenkes. Lebih jauh, integrasi ini membuka manfaat buat pasien: riwayat pemeriksaan di klinik lain yang sudah terhubung bisa melengkapi gambaran kondisinya, tentu lewat mekanisme izin yang sesuai aturan. Saat mensurvei aplikasi, jangan sungkan bertanya bagaimana proses integrasinya dan dukungan teknis apa yang disediakan sampai benar-benar selesai.

Bagaimana kerahasiaan dan keamanan data pasien diatur?

Isi rekam medis wajib dijaga kerahasiaannya. Yang boleh mengakses hanya pihak yang berkepentingan langsung: pasien sendiri, tenaga medis yang merawat, atau pihak lain dengan persetujuan pasien maupun dasar hukum yang jelas. Artinya, data pasien tidak boleh dibagikan seenaknya, termasuk untuk keperluan promosi.

Di level praktik, terjemahkan jadi kebiasaan sederhana: setiap staf punya akun masing-masing, komputer dikunci saat ditinggal, dan data dibackup rutin ke penyimpanan awan maupun media terpisah. Contoh pelanggaran yang sering terjadi tanpa sadar: memposting foto sebelum sesudah pasien di sosmed tanpa izin tertulis. Sekali pasien keberatan, reputasi klinik bisa ikut kena. Jadi anggap kerahasiaan ini bagian dari pelayanan, sama pentingnya dengan sterilisasi alat. Hal-hal sepele seperti ini justru yang paling sering menyelamatkan klinik dari masalah besar.

Apakah klinik gigi kecil juga ikut wajib?

Ya, kewajiban ini berlaku untuk fasilitas pelayanan kesehatan yang melayani pasien, dan itu termasuk praktik dokter gigi maupun klinik gigi berskala kecil. Tidak ada pintu pengecualian berdasarkan ukuran praktik. Justru praktik kecil sering paling terbantu, karena catatan digital menggantikan pekerjaan arsip manual yang biasanya dikerjain sambil rebet.

Contoh nyata: klinik gigi di daerah yang sudah melayani banyak pasien lama akan repot mencari riwayat tambalan dari beberapa tahun lalu kalau mengandalkan kartu kunjungan kertas. Dengan catatan digital, cukup ketik nama pasien dan seluruh riwayat muncul rapi. Pasien pindahan dari kota lain juga terbantu karena datanya bisa dilengkapi dari sistem yang terhubung, bukan mulai dari lembar kosong. Buat praktik yang masih sangat manual, kabar baiknya tidak perlu mengubah semuanya sekaligus. Banyak klinik memulai dengan mencatat pasien baru secara digital, sambil perlahan memindahkan data pasien aktif yang paling sering datang. Kalau kamu mengelola praktik gigi dan ingin lihat bagaimana sistemnya bekerja, cek halaman aplikasi manajemen klinik gigi NusaWebsite Dental Care.

Bagaimana langkah praktis menyiapkan RME di klinik?

Cara paling waras adalah bertahap: petakan dulu cara pencatatan yang sedang berjalan, tentukan kebutuhan inti, pilih aplikasi yang sesuai, migrasikan data penting, lalu latih tim sampai lancar. Tidak perlu langsung sempurna, yang penting mulai bergerak minggu ini juga. Berikut urutan yang biasanya paling memudahkan:

  1. Petakan alur yang sekarang. Tulis bagaimana pasien hari ini dicatat, dari telepon reservasi sampai pembayaran, supaya jelas titik mana yang paling ribet.
  2. Tentukan fitur inti. Fokus dulu ke yang paling sering dipakai: jadwal praktik, riwayat kunjungan, dan catatan tindakan.
  3. Pilih aplikasi yang siap SATUSEHAT. Tanyakan status integrasinya, cara backup data, dan dukungan pelatihan untuk tim.
  4. Migrasi dan uji coba. Pindahkan data pasien aktif, lalu jalankan sistem dengan beberapa kasus nyata sebelum dipakai penuh.
  5. Latih tim dan evaluasi. Ajak semua staf ikut pelatihan, lalu evaluasi hambatan tiap bulan sampai alurnya mulus.
permenkes 24 tahun 2022 tentang rekam medis
Langkah Menyiapkan RME di Klinik

Satu catatan penting: jangan menunggu semuanya sempurna baru mulai. Klinik yang memulai dari satu alur sederhana biasanya lebih cepat beres daripada yang menunggu momen ideal. Anggap ini renovasi kecil yang berjalan sambil jalan, bukan rombak total yang bikin praktik berhenti.

Libatkan juga orang-orang yang akan memakai sistemnya setiap hari, bukan cuma pemilik klinik. Asisten yang menerima reservasi, staf kasir yang urus pembayaran, sampai dokter yang mengisi catatan klinis punya kebutuhan berbeda. Kalau semua mereka diajak bicara sejak awal, fitur yang dipilih biasanya lebih tepat sasaran dan resistensi saat peralihan jauh lebih kecil. Klinik dengan tim yang merasa dilibatkan cenderung lebih cepat lancar memakai sistem baru dibanding klinik yang sistemnya diturunkan sepihak tanpa diskusi.

Apa sanksi kalau klinik belum menerapkan RME?

Karena tenggat kepatuhan sudah terlewati sejak 31 Desember 2023, klinik yang belum menerapkan rekam medis elektronik berpeluang mendapat sanksi administratif dari otoritas kesehatan, umumnya diawali teguran tertulis dan bisa berlanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Selain risiko formal itu, ada kerugian diam-diam: data pasien tersebar, staf boros waktu, dan klinik sulit membuktikan standar pelayanan saat ada keluhan.

Kabar baiknya, ini bukan situasi untuk panik. Sanksi administratif pada dasarnya dorongan supaya klinik segera menata pencatatannya, bukan jebakan. Mulai dari satu langkah kecil, misalnya memetakan alur pekerjaan kamu pekan ini, sudah berarti maju. Yang penting jangan biarkan keadaan berlarut sampai teguran benar-benar datang. Kalau kapasitas internal terbatas, melibatkan pihak yang paham alurnya jauh lebih hemat waktu daripada coba sendiri lalu mandek di tengah.

Apa bedanya rekam medis manual dan elektronik?

Rekam medis manual berbentuk kertas yang rawan hilang, rusak, dan lambat dicari, sedangkan rekam medis elektronik tersimpan rapi, bisa dibuka dalam hitungan detik, dan mendukung integrasi data kesehatan nasional. Untuk kepatuhan terhadap Permenkes 24 Tahun 2022, pilihan yang memenuhi aturan sudah jelas: bentuk elektronik.

Perbedaannya bukan cuma soal media, tapi soal kecepatan layanan. Pasien dengan keluhan darurat tidak bisa menunggu staf membongkar arsip satu per satu. Dengan catatan digital, bahkan staf baru pun bisa melayani pasien lama tanpa harus menghafal tata letak rak. Ditambah lagi, data digital lebih tahan bencana kecil seperti kena air atau usang termakan waktu, apalagi kalau dibackup rutin ke penyimpanan awan. Investasi awalnya memang ada, tapi waktu yang pulih setiap hari jauh lebih berharga.

Checklist Kepatuhan RME Klinik
Checklist Kepatuhan RME Klinik

Berapa biaya menyiapkan RME untuk klinik?

Tidak ada satu angka biaya yang pas untuk semua klinik, karena nilainya bergantung pada jumlah pengguna, fitur yang diambil, dan model langganan aplikasinya. Cara paling sehat: minta penawaran resmi sekaligus demo ke beberapa penyedia, lalu bandingkan isi paketnya, bukan hanya harganya. Yang murah di awal belum tentu hemat kalau fiturnya kurang.

Saat membandingkan penawaran, siapkan daftar pertanyaan: apakah integrasi SATUSEHAT sudah termasuk, bagaimana mekanisme backup, apakah data bisa diekspor kalau suatu saat berhenti langganan, dan apakah pelatihan tim ikut dalam paket. Jawaban atas pertanyaan ini biasanya langsung memisahkan vendor serius dan yang sekadar jualan. Manfaatkan juga masa uji coba untuk melibatkan staf yang akan memakai sistem sehari-hari, bukan cuma pemilik. Mereka yang paling tahu aplikasinya nyaman dipakai atau tidak, jadi suara mereka paling menentukan supaya sistemnya benar-benar terpakai, bukan cuma jadi pajangan.

Yang sering terlewat saat menghitung biaya adalah nilai jangka panjangnya. Aplikasi yang tepat memangkas waktu administrasi staf, mengurangi risiko data hilang, dan membuat klinik siap saat ada inspeksi maupun permintaan audit. Sebaliknya, sistem yang asal murah tapi sering bermasalah justru menyedot tenaga tim setiap hari. Jadi pandang biaya sebagai investasi pelayanan, bukan sekadar pengeluaran bulanan yang harus sekecil mungkin.

Mulai dari mana kalau masih bingung?

Mulailah dari yang paling dekat: pahami dulu istilah dan alurnya, baru bicara teknis. Buat daftar kebutuhan klinikmu versi sendiri, sekecil apa pun bentuknya. Setelah itu ngobrol dengan penyedia sistem untuk melihat pilihan yang realistis, tanpa tekanan harus langsung deal. Proses ini normal dilalui semua klinik yang sedang naik kelas.

Kalau mau didampingi merapikan langkah-langkahnya, tim NusaWebsite biasa menemani pemilik klinik dari tahap nol: mulai dari memahami aturan, memetakan kebutuhan, sampai sistem benar-benar berjalan. Kamu cukup fokus ke pasien, sisanya kita bantu susun.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah rekam medis kertas lama harus dibuang setelah pindah ke RME?

Jangan buru-buru. Berkas lama masih punya nilai klinis dan masa simpannya diatur dalam peraturan, jadi cara paling aman adalah memindahkan data penting ke sistem digital, lalu mengonsultasikan penanganan arsip lamanya ke dinas kesehatan setempat atau asosiasi profesi. Yang jelas, pindah ke RME bukan berarti riwayat pasien lama boleh hilang begitu saja.

Apakah klinik yang baru mau buka langsung wajib pakai RME?

Ya, karena tenggat kepatuhan sudah berlaku sejak 31 Desember 2023. Kabar baiknya, klinik baru justru paling mudah: belum ada arsip lama yang harus dipindah, jadi tinggal mulai digital sejak hari pertama. Pastikan aplikasi dan SOP pencatatannya siap sebelum grand opening supaya tim tidak menumpuk kerjaan di bulan pertama.

Apakah pasien bisa meminta salinan rekam medisnya?

Bisa. Pasien memiliki hak atas isi rekam medisnya dan dapat meminta ringkasan atau salinan lewat prosedur yang berlaku di fasyankes. Siapkan alur sederhana di klinikmu: permintaan tertulis, verifikasi identitas, lalu penyerahan salinan dalam waktu yang masuk akal. Perlakukan ini sebagai bagian dari pelayanan, bukan beban tambahan.

Apakah semua aplikasi klinik otomatis sesuai Permenkes 24 Tahun 2022?

Belum tentu. Sesuai aturan berarti aplikasinya memenuhi standar isi rekam medis, punya pengamanan data yang layak, dan siap integrasi SATUSEHAT. Sebelum berlangganan, tanyakan hal-hal itu langsung ke penyedia dan minta demo dengan contoh kasus klinikmu sendiri. Vendor yang percaya diri dengan produknya tidak akan keberatan menunjukkan detail.

Kepatuhan rekam medis bukan proyek semalam, tapi juga tidak serumit bayangan kalau dibimbing langkah demi langkah. Ceritakan kondisi klinikmu, dengarkan opsinya, lalu putuskan dengan tenang. Chat WA 0852-2627-2923, konsultasi gratis tanpa maksa. Atau mampir dulu ke halaman kontak NusaWebsite. Siap dibantu!

A

Ditulis oleh

admin

Tim NusaWebsite — membantu bisnis Indonesia tumbuh lewat website, aplikasi, dan iklan digital.