Blog / Landing Page

7 Elemen Landing Page yang Efektif dan Wajib Ada

A admin · July 29, 2026 · 4 menit baca
7 Elemen Landing Page yang Efektif dan Wajib Ada

Memahami elemen landing page yang efektif membantumu menghindari kesalahan paling umum, yaitu membuat halaman yang terlihat bagus tapi gagal mengonversi pengunjung. Landing page yang menghasilkan bukan soal desain rumit, tapi soal kelengkapan bagian-bagian penting yang saling mendukung satu tujuan.

Berikut tujuh elemen yang sebaiknya ada di landing page-mu, lengkap dengan alasan kenapa masing-masing penting dan cara menerapkannya secara sederhana.

Kenapa elemen landing page perlu diperhatikan satu per satu?

Elemen landing page perlu diperhatikan satu per satu karena setiap bagian punya peran berbeda dalam mengarahkan pengunjung menuju keputusan. Kalau satu elemen kunci hilang, misalnya bukti sosial atau tombol aksi yang jelas, seluruh alur konversi bisa terganggu meski elemen lain sudah bagus.

Landing page yang efektif bekerja seperti tim yang solid, tiap bagian punya tugas sendiri tapi saling melengkapi. Sesuai konsep landing page pada dasarnya, halaman ini memang dirancang khusus untuk satu tujuan konversi, sehingga setiap elemen harus mendukung tujuan itu.

Apa saja 7 elemen landing page yang wajib ada?

Tujuh elemen landing page yang wajib ada adalah judul yang kuat, sub judul pendukung, bukti sosial, penjelasan manfaat, gambar atau video relevan, tombol aksi yang jelas, dan formulir atau kontak yang mudah diakses. Kombinasi tujuh elemen ini yang paling sering ditemukan pada halaman-halaman dengan konversi tinggi.

  1. Judul utama. Menyebut manfaat atau menjawab masalah pengunjung dalam satu kalimat singkat dan jelas.
  2. Sub judul pendukung. Memperkuat judul dengan detail tambahan, misalnya jangka waktu atau cara kerja singkat.
  3. Bukti sosial. Testimoni, rating, logo klien, atau jumlah pelanggan yang sudah dilayani.
  4. Penjelasan manfaat. Bukan sekadar fitur, tapi apa untungnya buat pengunjung secara langsung.
  5. Gambar atau video relevan. Visual asli produk atau proses kerja, bukan gambar generik yang terasa tidak nyambung.
  6. Tombol aksi. Satu tombol utama yang menonjol, misalnya “Chat WhatsApp Sekarang”, diulang di beberapa titik halaman.
  7. Kontak atau formulir mudah. Semakin sedikit langkah untuk menghubungi, semakin besar peluang closing.

Untuk gambaran elemen dasar sebuah situs secara umum, kamu juga bisa membaca unsur-unsur penting dalam pembuatan website sebagai pembanding dengan landing page.

7 elemen landing page yang efektif wajib ada
Tujuh elemen yang paling sering ada di landing page berkonversi tinggi.

Bagaimana urutan elemen yang paling ideal di halaman?

Urutan elemen yang paling ideal biasanya dimulai dari judul dan sub judul di bagian atas, disusul manfaat dan bukti sosial di tengah, lalu ditutup dengan ajakan aksi yang kuat di bagian bawah. Pola ini mengikuti alur perhatian pengunjung dari pertama kali membuka halaman sampai siap mengambil keputusan.

Meski begitu, tombol aksi sebaiknya tidak hanya muncul di akhir. Menempatkannya juga di bagian atas dan tengah halaman membantu menangkap pengunjung yang sudah yakin lebih awal, tanpa harus scroll sampai selesai.

Elemen mana yang paling sering terlewat oleh pemula?

Elemen yang paling sering terlewat oleh pemula adalah bukti sosial dan kejelasan tombol aksi. Banyak landing page terlihat rapi secara desain, tapi tidak menyertakan testimoni sama sekali atau tombol aksinya tenggelam di antara elemen lain.

  • Tidak ada testimoni atau bukti nyata dari pelanggan sebelumnya.
  • Tombol aksi berwarna serupa dengan latar sehingga kurang menonjol.
  • Teks manfaat masih berupa fitur teknis tanpa penjelasan sederhana.
  • Gambar produk kurang jelas atau memakai foto stok yang terasa generik.
elemen landing page yang sering terlewat pemula
Elemen yang paling sering terlewat saat menyusun landing page.

Apakah semua elemen ini wajib ada di setiap landing page?

Tidak semua elemen wajib ada dalam bentuk kaku, tapi fungsi dari ketujuh elemen tersebut sebaiknya tetap terpenuhi meski disusun sederhana. Landing page untuk promo singkat, misalnya, bisa memangkas beberapa bagian selama pesan utamanya tetap jelas dan tombol aksi tetap mudah ditemukan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah landing page tanpa testimoni masih bisa efektif?

Bisa, tapi konversinya biasanya lebih rendah dibanding halaman dengan bukti sosial. Kalau belum punya testimoni, kamu bisa memakai jumlah pelanggan atau lama pengalaman sebagai gantinya.

Berapa banyak tombol aksi yang ideal dalam satu halaman?

Cukup satu jenis tombol aksi yang diulang di beberapa titik, misalnya atas, tengah, dan bawah halaman, supaya pengunjung tidak bingung harus melakukan apa.

Apakah video wajib ada di landing page?

Tidak wajib. Video bisa membantu menjelaskan produk lebih hidup, tapi gambar berkualitas baik dengan penjelasan yang jelas juga sudah cukup efektif.

Ingin landing page dengan semua elemen ini tersusun rapi?

Menyusun ketujuh elemen ini sendiri butuh waktu dan percobaan berkali-kali. Kalau kamu ingin langkah praktisnya, baca dulu cara membuat landing page yang convert, atau langsung diskusikan kebutuhanmu dengan tim jasa pembuatan landing page NusaWebsite. Chat WA 0852-2627-2923 untuk konsultasi gratis tanpa maksa.

A

Ditulis oleh

admin

Tim NusaWebsite — membantu bisnis Indonesia tumbuh lewat website, aplikasi, dan iklan digital.